Tampilkan postingan dengan label Hewan Aneh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hewan Aneh. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 Mei 2012

Ikan Lele Berkulit Baja

Armored catfish adalah jenis ikan lele mulut penghisap yang sering disebut lele lapis baja. Kenapa disebut lele lapis baja? Hal tersebut karena ikan jenis ini memiliki tubuh yang dibalut pelat tulang keras. Spesies baru lele mulut penghisap ini ditemukan di Ekuador.

Ilmuwan dari DePaul University, Windson Aguirre, menemukan lima spesimen dari ikan itu pada tahun 2008 di Sungai Santa Rosa. Ia lalu mengirim spesimen ke Auburn University di Alabama untuk identifikasi.

"Saat kami menyadari bahwa ini baru, sebenarnya tak begitu terkejut. Famili ikan ini bertambah jumlahnya tiap tahun," kata pemimpin riset Milton Tan dari Auburn University.

Yang lebih membuat Tan tertarik adalah karakteristik lele berukuran 7 sentimeter ini. Tak seperti kerabatnya, lele ini tidak memiliki pelat tulang keras di sisi samping kepalanya.

Nama spesies ikan lele baru ini adalah Cordylancistrus santarosensis, sesuai nama sungai tempat ditemukan.

Tak adanya pelat tulang di sisi samping kepala menunjukkan bahwa spesies ini adalah "missing link" antara ikan genus Cordylancistrus lainnya dan Chaetostoma yang mempunyai tulang keras di bagian tersebut.

"Ini penting karena spesies ikan di Ekuador tak terlalu beragam, (dan kami ingin) orang mengetahui (ada ikan) di Ekuador yang unik dan hanya ditemukan di sana," tutur Tan, seperti dikutip National Geographic, Selasa (10/4/2012).

Penemuan spesies Cordylancistrus santarosensis ini dipublikasikan di jurnal Zootaxa, 22 Maret 2012.

source: sains.kompas.com

Jumat, 09 Maret 2012

Hiu Tokek, Spesies Baru Dari Hiu

Hiu Tokek (Bythaelurus giddingsi) adalah spesies hiu baru yang ditemukan di Kepulauan Galapagos oleh ilmuwan bernama John McCosker dari California Academy of Sciences dan Douglas Long, kurator senoir Oakland Museum of California

Penemuan tersebut dipublikasikan di jurnal taksonomi Zootaxa yang terbit pada Senin (5/3/2012). Dalam bahasa Inggris, hiu tersebut disebut catsharks. Namun sebenarnya, penampakannya lebih mirip tokek.

Spesimen hiu tokek dikoleksi dalam ekspedisi penelitian pada tahun 1995 dan 1998. Spesimen diambil dengan menyelam pada kedalaman 1.400-1.900 meter menggunakan submersible Johnson Sea-Link.

Hiu tokek ditemukan bersama 30 jenis hiu lainnya. Namun, sejak awal penelitian, Long sudah menyadari bahwa hiu tersebut adalah jenis yang belum pernah dijumpai sebelumnya.

Bythaelurus giddingsi memiliki warna coklat pucat dan bintik-bintik yang khas. Menurut Long, bintik yang ada berbeda antara satu individu dan individu lainnya.

Ukuran hiu tokek cuma sebesar kucing. Jadi, hiu ini tak punya kemampuan memangsa manusia. Biasanya, hiu ini hanya berburu ikan-ikan bertubuh lunak di dasar lautan.

Atas penemuan ini, McCosker, seperti dikutip Discovery, Rabu (7/3/2012), mengatakan, "Penemuan spesies baru hiu selalu menarik, terutama pada saat ketika hiu menghadapi tekanan besar dari manusia."

Hiu tokek memiliki habitat yang sangat terbatas sehingga lebih rentan punah. Perlu upaya menjaga spesies ini tetap dapat lestari.

Nama hiu tokek diambil dari nama Al Giddings, produser film alam yang banyak melahirkan karya di Discovery Channel

source: kompas.com

Senin, 12 Desember 2011

Hebohhhh, Ikan Berkepala Buaya

Hebohhh, itulah yang dialami oleh warga Lrg Lebak Keranji RT 08 RW 03 Kelurahan Bukit Lama Kecamatan IB I, Palembang, Sumatera Selatan, lantaran ditemukannya ikan aneh.
 
Ikan aneh tersebut kepalanya persis menyerupai kepala buaya dengan gigi tajam yang terdiri dua lapis. Tubuh bagian atas dan bawah ikan, sisiknya persis seperti sisik ular. Sedangkan pada bagian ekor bentuknya seperti ikan toman yang berwarna bintik-bintik hitam. Berat ikan mencapai 2,6 kg dengan panjang dari kepala hingga ekor 77 sentimeter.
 
Ilham (25), warga yang berhasil memancing ikan itu menceritakan ketika ikan aneh tersebut memakan umpan pancingnya, tarikan ikan kuat sekali. Kail pancing Ilham pun terpaksa ditarik secara perlahan-lahan sampai ke pinggiran kolam.

"Ketika ikan mau diangkat, saya langsung kaget melihat kepalanya. Jadi kepala ikan langsung saya pukul pakai kayu, karena saya takut dan dikira saya buaya dan takut digigit," ujar Ilham yang mengakui dirinya memang sering memancing bersama teman-teman di lokasi tersebut.

Ikan aneh tersebut kemudian dibawa Ilham ke rumahnya. Kabar ditemukannya ikan aneh tersebut langsung menghebohkan warga sekitar. Sontak rumah Ilda Akbar (46), paman Ilham, di ujung Lrg Lebak Keranji ramai warga yang secara berbondong-bondong datang untuk melihat ikan aneh temuan Ilham.

Ikan aneh pun dipajang di teras depan rumah. Secara bergantian warga melihat ikan sembari mengabadikan ikan aneh tersebut dengan kamera ponsel.

"Saya dan warga di sini yang sudah berpuluh-puluh tahun tinggal di daerah lebak (rawa), belum pernah melihat ikan seperti ini. Jadi ikan ini memang benar-benar aneh," ujar Ilda.

Menurut Ilda, ikan aneh tersebut akan diawetkan dengan cara dikeraskan. Jika ada orang yang berminat dengan ikan aneh tersebut, diakui Ilda silakan datang langsung ke rumahnya.

Ikan yang menurut warga aneh ini sebenarnya lebih dikenal dengan nama populer crocodile fish. Nama latinnya Lepisus Peus. Habitat asli crocodile fish yakni di Sungai Amazon. Ikan ini masuk ke Indonesia, akhir tahun 1990-an sebagai ikan hias.
source: tribunnews.com

Rabu, 26 Oktober 2011

Aneh, Namanya Kuda Laut Tapi Hidup Disungai

Dari sebutannya saja Kuda laut, otomatis  hewan yang satu ini pasti berada di laut. Namun, ternyata ada juga kuda laut yang hidup di sungai. Nah, apakah namanya akan berganti jadi Kuda sungai?

Baru-baru ini, para peneliti Inggris menemukan binatang dengan nama latin hippocampus ini di Sungai Thames. Pada Jumat, 7 Oktober 2011, Badan Lingkungan Hidup Inggris menemukan bayi kuda laut itu dalam survei perikanan yang rutin dilakukan di wilayah Greenwich.

Dengan penemuan ini, para peneliti menduga kuda laut dewasa juga berkembang biak di dekatnya. Para peneliti menduga selama ini binatang-binatang lucu itu hanya datang ke mulut Sungai Thames saat musim panas saja. Di Inggris, binatang ini dinyatakan dilindungi oleh pemerintah pada 2008.

Dengan penemuan terakhir ini, menunjukkan kuda laut telah hidup jauh di pedalaman sungai. "Kita berharap, perbaikan kualitas air di Sungai Thames akan mendorong lebih banyak spesies langka untuk tinggal," kata petugas Badan Lingkungan dan Perikanan Inggris, Emma Barton.
source: vivanews.com

Senin, 24 Oktober 2011

Ternyata Lebah Terbesar Berasal Dari Indonesia

Disengat lebah dengan ukuran kecil saja terasa sakit sekali bagaimana jika tersengat lebah yang mempunyai ukuran jumbo? Megachile Pluto adalah lebah yang sangat besar yang terdapat di Indonesia. Lebah ini menggunakan resin untuk membuat kompartemen di sarangnya. Betinanya dapat tumbuh sebesar 3,9 cm dengan panjang lebar sayap 6,33 cm.

Megachile Pluto dianggap sebagai lebah terbesar di dunia, dan disebut juga sebagai Wallace's Giant Bee. Sedangkan pejantannya hanya tumbuh sekitar 2,3 cm.

Megachile Pluto pertama kali ditemukan di Indonesia pada tahun 1859 oleh naturalis Alfred Russel Wallace. Pernah dianggap punah sampai ditemukan kembali pada tahun 1981 oleh Adam C. Messer, seorang entomologi Amerika, yang menemukan enam sarang di pulau Bacan dan pulau-pulau terdekat lainnya.

Lebah ini membangun sarang mereka di dalam sarang rayap aktif, yang menjelaskan mengapa penduduk pulau bahkan tidak mengetahui keberadaan lebah tersebut.  

sumber: ge-book.com

Kamis, 20 Oktober 2011

Ikan Hiu Albino Bermata Satu

Awal musim panas ini telah ditemukan  janin hiu albino yang hanya memiliki satu mata. Tepat di tengah hidung, mirip Cyclops -- tokoh bermata satu dalam mitologi Yunani. Keberadaan 'Hiu Cyclops' ini diambil dari janin induk yang ditangkap nelayan di Teluk Kalifornia.

Para peneliti Hiu telah menganalisis mahluk yang diawetkan itu. Para ilmuwan menemukan, mata tunggal mahluk itu memiliki jaringan optik yang fungsional. 

Namun, para ahli memperkirakan, adalah tak mungkin mahluk unik itu bisa bertahan hidup ketika dilahirkan.

"Ini sangat langka," kata ahli Hiu, Felipe Galvan Magana kepada blog Pisces Fleet Sportfishing, Juli lalu. "Sepengetahuan saya, kurang dari 50 contoh abnormalitas seperti ini yang tercatat," kata dia.

Pisces Fleet, perusahaan penangkap ikan, mengunggah foto mahluk aneh nan lucu ini ke internet, yang langsung jadi kabar heboh.

Meski kasus ini jarang pada Hiu, fenomena 'cyclopia' pernah ditemukan pada beberapa mahluk. Kasus pada manusia terjadi pada 1982 di Israel, di mana seorang bayi perempuan lahir tujuh minggu lebih awal dari perkiraan. Dia lahir tanpa hidung, hanya ada satu mata di tengah. Bayi itu meninggal 30 menit setelah lahir. Kasus ini juga dibahas di British Journal of Ophthalmology. Juga pada Kucing. Pada 2006, seekor anak Kucing lahir dengan hanya satu mata dan hidung.

Ini bukan kali pertamanya sesuatu yang rasanya tak masuk akal, cenderung mitos, memperoleh dukungan bukti-bukti ilmiah.

source: vivanews.com

Senin, 26 September 2011

Fenomena Katak Pelangi

Dari namanya saja kita pasti bisa langsung menebak bahwa Katak jenis ini mempunyai warna yang beraneka ragam. Ya, setelah hampir 87 tahun lamanya katak jenis ini tidak pernah didapati lagi tapi ternyata beberapa waktu yang lalu ada Ilmuwan yang menyisir pegunungan di Borneo  dan berhasil menjumpai spesies kodok pelangi. Kali ini, mereka berhasil mengabadikannya dan foto itu menjadi foto kodok pelangi Borneo pertama di dunia. Sebelumnya, dokumentasi kodok itu hanya merupakan gambar ilustrasi.

Conservation International, organisasi nirlaba yang fokus pada kelestarian lingkungan memasukkan kodok pelangi borneo (Ansonia latidisca) dalam daftar "Top 10 Most Wanted Lost Frogs." Lembaga ini juga sempat mengungkapkan kekhawatiran bahwa kodok tersebut mungkin sudah punah. Kodok itu terakhir kali terlihat oleh penjelajah Eropa pada tahun 1924.

Menurut Indraneil Das, profesor asal Sarawak Malaysia University yang memimpin ekspedisi, mereka melakukan pencarian sejak Agustus lalu namun tidak berhasil menemukan kodok tersebut. Setelah memfokuskan pencairan ke kawasan pegunungan Penrissen yang jarang dieksporasi selama seabad terakhir, akhirnya mereka menemukan tiga ekor A. latidisca tinggal yang hidup di tiga pohon yang berbeda. Kodok-kodok yang ditemukan terdiri dari merupakan seekor kodok jantan, betina, dan seekor anak kodok.

"Sangat menyenangkan mengetahui bahwa alam bisa memberikan kejutan ketika kita sudah hampir menyerah, apalagi di saat krisis kepunahan terus meluas di planet kita," kata Robon Moore, peneliti spesialis amfibi dari Conservation International saat mengumumkan temuan tersebut.

Meski berhasil menemukan, Das dan timnya menolak untuk mengungkapkan posisi pasti kodok itu demi menghindari penangkapan liar karena tingginya permintaan atas amfibi berwarna-warni tersebut. Namun demikian, para peneliti akan terus mencari tahu seputar populasi kodok ini di Penrissen.

(sumber: kompas.com)

Kamis, 22 September 2011

Tegon, Anjing Ajaib Yang Bisa Menyala

Inilah Anjing Ajaib yang bisa menyala atau bersinar didalam gelap. Sinar tersebut muncul ketika anjing tersebut diletakkan di bawah sinar ultraviolet dan diberi  antibiotik doxycycline. Anjing ini diberi nama Tegon. Tegon adalah anjing kloning yang dihasilkan ilmuwan Korea Selatan untuk penelitian penyakit manusia, seperti alzheimer dan parkinson.

Tegon yang lahir pada 2009 memang bukan anjing hasil kloning pertama yang dihasilkan SNU. Pada 2005 ada Snuppy, yang lahir dari uji coba 2.000 sel telur yang kemudian tumbuh menjadi 1.000 embrio. Dari jumlah itu, hanya satu ekor Snuppy yang dihasilkan.
Proses yang sama kemudian diimplementasikan untuk membuat Tegon, seekor anjing betina jenis beagle (anjing pemburu kecil). Bedanya, Tegon adalah anjing hasil kloning pertama yang bisa bersinar dalam gelap dengan sinar berwarna hijau. Uniknya lagi, sinarnya bisa dihidupmatikan jika Tegon diberi antibiotik tertentu melalui makanannya.
Kemampuan menghidupkan dan mematikan gen warna ini penting artinya dalam penelitian. Ilmuwan bisa memonitor efek suatu zat yang ditambahkan pada gen tersebut. Sebagai contoh, gen beta-amyloid diketahui sebagai penyebab kerusakan fungsi saraf dalam penyakit alzheimer. Dengan menghidupkan gen tersebut lalu memonitor fungsi saraf setelahnya, dapat menghasilkan petunjuk tentang perkembangan alzheimer.
"Pembuatan Tegon membuka wawasan baru mengingat injeksi gen yang dapat membuat anjing ini bersinar bisa digantikan dengan gen-gen penyebab penyakit-penyakit fatal pada manusia," kata Byeong-chun. Penelitian ini sengaja menggunakan anjing sebagai hewan percobaan karena terdapat sekitar 268 penyakit yang sama-sama bisa diidap oleh manusia dan anjing.
Hasil penelitian ini dipublikasikan di jurnal internasional Genesis. Ilmuwan menghabiskan waktu selama lima tahun dan biaya penelitian sebesar 3,2 miliar won untuk membuat anjing dan melakukan berbagai uji coba yang diperlukan untuk keperluan verifikasi.

sumber: kompas.com

Rabu, 22 Juni 2011

Inilah 5 Hewan Darat Tercepat Di Dunia

Tercatat beberapa hewan di darat memiliki kecepatan berlari hingga menyamai laju kendaraan bermotor. Untungnya rekor hewan tercepat, hanya bisa dilakukan kurang dari jarak setengah kilometer saja. Bayangkan jika kecepatan hewan-hewan tersebut dapat dilakukan secara simultan terus menerus seperti layaknya kita mengendarai mobil, alamat meranalah manusia jika dikejar hewan yang memiliki kategori buas. Berikut adalah 5 hewan tercepat yang ada di darat:


1. Cheetah (112 Km/jam)
Cheetah adalah anggota keluarga kucing (Felidae) yang berburu mangsa dengan menggunakan kecepatan dan bukan taktik mengendap-endap atau bergerombol. Hewan ini adalah hewan yang tercepat di antara hewan darat dan dapat mencapai kecepatan 112 km/jam dalam waktu singkat sampai 460 m, dengan akselerasi 0 – 100 km/jam dalam waktu 3,5 detik, lebih cepat dari beberapa supercar. Konon, selama bertahun-tahun Cheetah hanya dikenal sebagai cerita hantu. Menurut cerita, binatang pemangsa besar dengan garis-garis mirip macan ditubuhnya ini sering membawa kabur orang-orang yang berada di perbatasan Mozambique. Penduduk sering memberi julukan “magwa”. Cerita atau isu adanya Cheetah terbukti kebenarannya ketika Paul dan Lena Bottriel berhasil memotretnya pada tahun 1975.

Cheetah (Sumber: pixdaus)

2. Antelop (98 Km/jam)
Antelop adalah mamalia yang bentuknya menyerupai kambing dengan tanduk tegak lurus ke atas. Binatang ini mirip kijang tetapi bukan kijang. Ia termasuk jenis sapi. Hewan ini merupakan anggota dari famili bovidae dan termasuk hewan yang terancam punah. Antelop tersebar di Afrika, Asia, dan Timur Tengah. Mereka hidup berkelompok serta berpindah-pindah untuk mencari makanan. Antelop pada umumnya hidup berkelompok diwilayah terbuka, meskipun pada beberapa pengamatan sebagian dari mereka hidup di wilayah yang lebih rindang seperti pinggiran hutan. Mereka berlari sangat cepat, terlatih oleh perburuan yang dilakukan oleh Cheetah.

Antelop (Sumber: factsofworld)

3. Wildebeest (80 Km/jam)
Wildebeest bisa tumbuh hingga tinggi 1,27 m pada bahu dan mencapai berat 120-270 kg. Mereka mendiami dataran dan hutan terbuka Afrika, khususnya Taman Nasional Serengeti, sebuah Situs Warisan Dunia UNESCO di Tanzania, Masai Mara Game Reserve di Kenya dan Taman Nasional Liuwa Plain di Zambia. Wildebeest dapat hidup lebih dari 30 tahun, meskipun umur rata-rata mereka adalah sekitar 20 tahun.


4.  Singa (80 Km/jam)
Singa atau dalam nama ilmiahnya Panthera leo adalah seekor hewan dari keluarga felidae atau genus kucing. Singa merupakan hewan yang hidup dalam kelompok. Biasanya terdiri dari seekor jantan dan banyak betina. Kelompok ini lantas menjaga daerah kekuasaannya. Berat Singa kurang lebih antara 150 kg (betina) dan 225kg (jantan). Umurnya antara 10 sampai 15 tahun di hutan. Tetapi jika dipelihara bisa sampai 20 tahun. Singa betina jauh lebih aktif dalam berburu, sedangkan Singa jantan lebih santai dan selalu bersikap menunggu dan meminta jatah dari hasil buruan para betinanya.

Singa (Sumber: laocomics)

5.  Rusa (80 Km/jam)
Rusa, sambar, atau menjangan adalah hewan mamalia pemamah biak (ruminan) yang termasuk familia Cervidae. Salah satu ciri khas rusa adalah adanya antler (tanduk rusa), dan bukan tanduk, yang merupakan pertumbuhan tulang yang berkembang setiap tahun (biasanya pada musim panas) terutama pada rusa jantan (walaupun ada beberapa pengecualian). Ada sekitar 34 spesies rusa di seluruh dunia yang terbagi menjadi dua kelompok besar: kelompok rusa dunia lama yang termasuk subfamilia Muntiacinae dan Cervinae; serta kelompok rusa dunia baru, Hydropotinae dan Odocoilinae.

sumber: uniknya.com

Selasa, 21 Juni 2011

Inilah Sapi Terkecil Di Dunia

Seekor sapi betina di wilayah West Yorkshire, Inggris Utara dinobatkan Guinness World Records sebagai sapi terkecil di dunia, Kamis (16/9). Sapi yang bernama Swallow tersebut menjadi sapi terkecil di dunia karena hanya berukuran 33 inci.

Swallow yang berusia 11 tahun merupakan sapi jenis Dexter, jenis sapi dengan perawakan kecil. Namun menurut pemiliknya, Caroline Ryder, Swallow berbeda dengan sapi jenis Dexter lainnya yaitu lebih kecil dari ukuran standar Dexter. Menurut Caroline, Swallow hanya mempunyai ukuran sekitar 33 inci (84 cm) dari bagian belakang hingga kaki.

Caroline mengatakan, meski berukuran mini, Swallow sudah memiliki sembilan anak dengan ukuran yang normal dan kini ia sedang hamil anak ke-10. Dari catatan Guinness anak terkecil Swallow telah tumbuh lebih besar dari dia.

sumber: hileudnews.com

Kamis, 21 April 2011

Bukan Hanya Satu Tapi Empat Laba-laba Berwajah Mirip Manusia

Laba-laba berwajah manusia, ya baru-baru ini telah ditemukan beberapa ekor laba-laba berwajah manusia tepatnya di Desa Siwal Baki, Sukoharjo, Jawa Tengah. Tentu saja penemuan tersebut membuat heboh warga Desa Siwal Baki, Sukoharjo. Pasalnya laba-laba berwajah manusia tersebut ditemukan bukan hanya satu, namun ada empat laba-laba yang mempunyai keunikan tersebut.

Gambar manusia tersebut terlihat di badan sang laba-laba. Di tubuh binatang ini, ditemukan mirip dua mata manusia dan dua lubang mirip hidung. Sementara itu, warna laba-laba ini lebih mencolok dibandingkan dengan hewan serupa pada umumnya.

Kejadian bermula saat Ines (31) menemukan seekor laba-laba di kamar mandi pada Selasa 5 April lalu. Mulanya hanya dibiarkan saja, namun beberapa saat dirasa ada yang lain dengan laba-laba ini.

Setelah diperhatikan ternyata betul pada bagian badan terdapat mirip wajah manusia. Karena penasaran Ines pun menyimpananya dalam toples plastik. Namun entah kenapa keesokan hari hewan ini mati.

Pada Rabu 6 April ibu Ines, Rubiyem, juga menemukan laba-laba serupa kemudian disimpan dalam toples dan binatang in mempunyai  nasib sama mati padahal sudah dirawat dengan baik.

Hari berikutnya Ines kembali menemukan laba-laba yang berciri-ciri sama dengan yang mati sebelumnya. Namun dengan pengalaman sebelumnya Ines kali ini tidak menyimpannya di dalam toples, tetapi dibiarkan begitu saja di sekitar rumahnya. Tidak hanya satu ternyata di sekitar kamar mandi juga ditemukan satu lagi.

Meski hanya tinggal dua Ines berencana akan memelihara binatang ini dengan baik. Kabar munculnya laba-laba berwajah manusia ini kemudian menghebohkan warga setempat.

Mereka berbondong ingin melihat. Tak jarang mereka yang penasaranpun langsung mem foto atau memvideokan  temuan ini. Ines berharap dengan penemuan ini dapat mengubah nasibnya.
 
sumber : wartaberita.net

Selasa, 19 April 2011

Cicak Aneh Berkepala Dua

Baru-baru ini ada suatu keanehan yang terjadi di rumah Nafsiah (52) warga Desa Kajongan, Kecamatan Jenu, Tuban. Ya, dirumah ini ditemukan seekor cicak berkepala dua.

Tidak heran jika dalam sekejab Nafsiah kebanjiran tamu yang ingin menyaksikan secara langsung hewan aneh ini. Kabar penemuan binatang aneh ini menyebar dari mulut ke mulut di permukiman penduduk sebelah barat Kota Tuban itu.

“Saat awal melihat cicak ini, saya sendiri juga tidak percaya. Tapi, setelah saya perhatikan seksama, memang seperti inilah kondisinya,” ujar Nafsiah yang ditemui di rumahnya. Bentuk cicak ini tidak jauh beda dengan cicak pada umumnya, selain memiliki dua kepala.

Karena cicak yang ditemukan di teras rumahnya bentuknya aneh, Nafsiah kemudian mengambilnya dan menunjukkan kepada sejumlah keluarga dan tetangganya. Cicak itu kemudian dipelihara di dalam toples. Supaya tidak mati, diberi makan konsentrat dan nyamuk. “Soalnya, cicak ini juga masih kecil seperti baru saja menetas,” sambung Nafsiah sambil menunjukkan cicak mungil di dalam toples.

Selain memberi makan, Nafsiah juga berupaya menjaga cicak uniknya itu supaya bisa berkembang lebih besar dengan cara mencarikan cicak kecil lain untuk menemani cicak tersebut. Maklum, nenek ini benar-benar ingin merawat cicaknya hingga besar. “Pokoknya ingin saya rawat. Tidak akan saya jual. Semoga saja, bisa tetap bertahan sampai tumbuh besar,” imbuhnya.

Meski dia tidak berfirasat apa-apa, ia berkeyakinan bahwa menemukan binatang unik seperti ini merupakan suatu keberuntungan tersendiri.

Hingga sore kemarin, rumah Nafsiah terus didatangi sejumlah warga yang ingin menyaksikan bentuk cicak berkepala dua ini. Kepada warga yang datang, Nafsiah pun tidak membeda-bedakan. Semuanya diberikan izin untuk melihat atau bahkan memegang langsung.

“Setelah saya lihat dan pegang, memang aneh cicak ini. Tubuhnya hanya satu, kakinya juga hanya empat. Tapi, kepalanya ada dua,” kata Fajar, salah satu warga Kecamatan Rengel yang jauh-jauh berkunjung ke Kajongan untuk menyaksikan langsung cicak berkepala dua itu. “Saya tahunya setelah diberitahu oleh teman. Karena penasaran, akhirnya datang langsung ke rumah pemiliknya,” tambahnya.
 
source: tribunnews.com

Senin, 28 Februari 2011

Katak Terkecil Di Dunia

Dengan tubuh yang panjangnya hanya 10 milimeter, katak Gunung Iberia (Eleutherodactylus Iberia) dari Kuba saat ini memegang Guinness World Record untuk katak terkecil. Meskipun menyandang katak terkecil tetapi hewan ini memiliki racun yang mematikan.

Investigasi pada katak kerdil itu perlu kerja keras, kata peneliti Miguel Vences, ahli biologi evolusi di Technical University of Braunschweig di Jerman.

"Anda harus merangkak dengan lutut dan memindahkan daun demi daun," kata Vences. "Dan ketika Anda menemukan salah satu dari katak, mereka biasanya melompat pergi dengan segera sehingga Anda harus mulai dari awal lagi."

Ketika Vences menemukan spesimen pertama, dia mencium bau yang pahit dan curiga mungkin terdapat lapisan alkaloid beracun. Morfin dan kafein merupakan alkaloid.

"Pada waktu itu saya menyebutkan ini sebagai spekulasi gila, aku yakin itu akan terbukti salah. Tapi aku terkejut ketika rekan ahli kimia saya mengirim hasil pertama yang menyatakan mereka menemukan alkaloid di kulit, " kata Vences.

Hanya ada empat kelompok katak di dunia yang mengeluarkan racun pertahanan ke kulit mereka, termasuk katak racun panah terkenal di Amerika Latin. Namun masih belum jelas bagaimana katak kerdil itu memanfaatkan racun mematikan yang dimilikinya.

Para peneliti menduga katak itu jadi kerdil karena evolusi ukuran kecil untuk memangsa tungau yang diabaikan sebagai makanan oleh katak yang lebih besar.
source: inilah.com

Selasa, 22 Februari 2011

Spisies Baru Kuda Laut Mini

Kuda Laut bagi sebagian dari kita mungkin bukan lagi menjadi hewan yang langka karena beberapa tahun sebelumnya hewan ini pernah jadi salah satu maskot Pertamina. Tetapi  beberapa waktu yang lalu telah ditemukan Spesies baru kuda laut yang cukup unik. Kenapa unik? karena ternyata Kuda laut ini mempunyai ukuran hanya beberapa milimeter. Selain itu,  spesies baru ini juga tidak memiliki struktur sirip di bagian dorsal atau punggung.

Spesies baru kuda laut ini dinamai Hippocampus paradoxus. Keberadaannya baru disadari setelah spesimen kuncinya disimpan lebih dari satu dasawarsa di South Australian Museum di Adelaide.

Ralph Foster, manajer koleksi di museum tersebut, mengatakan, "Spesies ini diketahui dari sebuah spesimen yang telah berada di museum sejak 1995. Saya menemukannya di rak pada 2006 dan menyadari ada yang tidak biasa."

Foster kemudian menganalisis dengan menggunakan CT Scan untuk mendapatkan citra tiga dimensi rangka hewan itu. Cara ini biasa digunakan ilmuwan untuk menentukan karakteristik taksonomi penting berdasarkan sistem rangkanya.

Setelah menganalisis, Foster menentukan bahwa spesimen tersebut memang spesies baru kuda laut. Spesies ini unik sebab berukuran mini, hanya beberapa milimeter, serta tidak memiliki sirip dorsal atau punggung.

"Penelitian membedakan dengan jelas spesimen dari semua spesies kuda laut yang ada," kata Foster. Karena itu, spesies ini dinamai paradoxus sebab ciri-cirinya aneh dan kontradiktif dengan spesies-spesies lain.

"Spesies ini mungkin tidak pernah atau setidaknya jarang ditemukan sebelumnya," tutur Foster. Hal itu mungkin berkaitan dengan habitat spesies yang terpencil ataupun minimnya survei.
Kedalaman tempat spesimen ini ditemukan termasuk zona Mesophotic. Zona tersebut biasanya di luar jangkauan scuba diver, yang biasanya menjadi pihak pertama yang mengetahui kemungkinan adanya spesies baru.

"Dugaan saya, kemungkinan spesies ini umum pada habitat pilihannya. Namun, dibutuhkan syarat-syarat sangat spesifik untuk membuatnya terdistribusi merata, kecuali Anda menemukan habitat tepat," ucap Foster.

Saat ini telah ditemukan 230.000 jenis kehidupan laut, termasuk kuda laut. Jumlah tersebut diperkirakan hanya 30 persen jumlah sebenarnya. Ilmuwan menduga banyak spesies akan punah sebelum ditemukan sebab banyak laut telah dirusak.

"Kuda laut adalah hewan yang sangat sensitif terhadap polusi dan kerusakan habitat. Bisa jadi jenis yang baru diidentifikasi sudah punah dari alam liar," kata Chris Brown dari Weymouth Sea Life Park.
source: kompas.com

Rabu, 26 Januari 2011

Ikan Pandai Berhitung

Berdasarkan penelitian terhadap ikan malaikat (angelfish), ilmuwan menyimpulkan bahwa ikan tersebut bisa membedakan banyak atau sedikit plus mampu berhitung dari 1 sampai 3.
Gerlai dan Luis Gomez-Lalpaza dari University of Oviedo, Spanyol, tertarik dengan anggapan bahwa ikan malaikat memilih bergabung ke dalam kawanan besar ketika berada di lingkungan asing. Mereka melakukan hal itu demi keamanan.

Gerlai dan timnya meletakkan ikan dalam sebuah tangki khusus. Ikan tersebut dihadapkan pada dua kawanan dengan jumlah yang berbeda. Para peneliti lalu mencatat kawanan yang dipilih ikan tersebut.
Hasilnya, ikan malaikat mampu memilih kawanan yang lebih besar ketika perbedaan jumlah antara kedua kawanan adalah dua kali lipat. Ketika perbedaan jumlah lebih kecil dari dua kali, pilihan ikan tidak dapat diprediksi. Dengan temuan ini, para peneliti menarik kesimpulan bahwa ikan malaikat bisa memprediksi jumlah kawanan.

Selain mampu memprediksi jumlah, ikan malaikat juga bisa berhitung secara lebih presisi. "Misalnya, ikan dapat membedakan 2 dengan 3," Gerlai mencontohkan. "Kemampuan ini menunjukkan perhitungan individual, bukan sekadar memperkirakan jumlah," katanya. Gerlai juga menjelaskan, kemampuan berhitung ikan malaikat terbatas hanya sampai 3.

Para ilmuwan menerka, kemampuan berhitung pada ikan ini tidak punya keuntungan bagi ikan. "Makanya, kemampuan ini tidak berevolusi," ujar Gerlai.

Tidak seperti kemampuan berhitung, kemampuan memprediksi jumlah kawanan punya keuntungan bagi ikan malaikat. Mereka memilih kawanan yang mereka prediksi lebih banyak demi keamanan dan pencarian makanan. (National Geographic Indonesia/Alex Pangestu)

source: kompas.com

Selasa, 28 Desember 2010

Hewan Terkuat Di Dunia

Kalau membaca judulnya mungkin kita berpikiran bahwa hewan terkuat adalah hewan yang mempunyai bentuk besar, tetapi disini yang masuk kategori hewan terkuat adalah hewan yang mampu membawa beban 850 kali dari berat badannya. Kumbang herkules (Dynastes hercules) adalah yang paling terkenal dan terbesar dari kumbang badak. Hal ini asli hutan hujan Amerika Tengah, Amerika Selatan, dan Lesser Antilles (Clemson University). Status mereka baik pantas, dengan beberapa (sangat jarang) laki-laki mencapai 6,75 inci (170 mm) panjangnya. Ini adalah yang terbesar dari 6 spesies dalam genus Dynastes, dan salah satu yang terbesar dikenal kumbang, yang melebihi panjang dengan hanya dua kumbang lain dalam keluarga Cerambycidae, Macrodontia cervicornis (170-175 mm spesimen diketahui) dan Titanus giganteus (beberapa 180 + mm spesimen diketahui ada).

Namun, jika tanduk dikecualikan, tetes spesies ini sangat jauh di bawah ukuran peringkat. Salah satu alasan untuk hal ini adalah bahwa perkembangan tanduk adalah allometric, serta dimorfik seksual, dan dengan demikian tidak sepenuhnya berkorelasi dengan ukuran tubuh yang sebenarnya, tetapi mungkin bagi perempuan untuk menjadi lebih lama, diukur dari mata ke perut, daripada laki-laki , namun dianggap kecil hanya karena tidak adanya tanduk.

Kumbang scarab ini paling terkenal karena toraks dan batok kepala tanduk, yang dapat tumbuh lebih lama daripada tubuh kumbang itu sendiri. Adaptasi ini terutama digunakan selama berkelahi dengan pejantan lain. Ciri spesies ini adalah banyak bintik-bintik hitam kecil di elytra dan bulu tebal di bawah toraks tanduk.
Sebagaimana dicatat di atas, Hercules kumbang dimorfik sangat seksual, dengan umumnya perempuan yang bertubuh besar tapi jauh lebih pendek, seperti tanduk mereka tidak sepenuhnya. Tahap larva kumbang Hercules akan berlangsung satu hingga dua tahun, dengan larva tumbuh menjadi 4,5 inci (110 mm) panjang dan berat hingga 120 gram. Sebagian besar kehidupan larva dihabiskan tunneling melalui sumber makanan utama kayu busuk. Setelah periode larva, transformasi menjadi pupa, dan molting, kumbang kemudian muncul sebagai orang dewasa. Dewasa akan menjelajah lantai hutan untuk mencari buah-buahan membusuk.

source: www.kaskus.com

Selasa, 21 Desember 2010

Kuda Nil Berwarna Pink Dari Kenya

Kalau biasanya kuda nil mempunyai warna hitam, tetapi kuna nil yang satu ini mempunyai warna yang sedikit unik yaitu pink. Kuda nil ini ditemukan di Kenya tepatnya di Masai Mara. Karena mendengar hal itu maka Will dan Matt Burrard Lucas dua fotgrafer Inggris sengaja mengunjungi Masai Mara di Kenya hanya untuk menemukan kuda nil berwarna pink. 

Ditengah istirahat makan setelah seharian berjalan, sebuah kejutan besar muncul dihadapan mata mereka, ternyata apa yang dikatakan pemandu wisata tersebut benar. Beberapa kuda nil dengan kulit pink muncul.

Kuda nil ini merupakan hewan leucistik dan tidak albino, seperti kuda nil pada umumnya yang memiliki pigmen dengan mata gelap. Biasanya hewan leucistik tidak bertahan di alam liar karena mudah terlihat oleh predator saat berjemur.

Tapi kuda nil langka ini mempunyai kemampuan besar untuk menangkis penyerangnya dengan menggunakan keringat mereka saat berjemur di bawah terik matahari.

“Ada satu kuda nil muda, itu terlihat dari ukurannya yang jauh lebih kecil daripada kuda nil lain dan selalu tinggal dekat dengan ibunya. Ia sangat pemalu dan selalu bersembunyi di balik ibunya,” kata Will. [Tribunnews]

Sabtu, 11 Desember 2010

Tahukah Anda, Ada Siput Kidal?

Kalau manusia kidal itu sudah biasa kita temui, tetapi ternyata di Jepang ditemukan siput kidal pada jenis siput Satsuma. Siput kidal ini dinilai dari cangkangnya yaitu pada alur lingkaran cangkang berlawanan arah jarum jam, sementara siput satsuma normal kebalikannya.

Siput kidal juga memiliki posisi alat kelamin yang berbeda dari siput normal, satu di kanan dan satu di kiri. Karenanya, siput kidal tak bisa kawin dengan siput normal, menciptakan fenomena ketidaksesuaian reproduksi.

Masaki Hoso dari Tohoku University di Sendai dan timnya tertarik mengetahui manfaat ke-kidal-an siput tersebut dalam upaya mempertahankan diri dari predatornya serta mengetahui manfaat evolusionernya.

Jadilah, Hoso dan timnya mendesain eksperimen predasi. Ia meletakkan siput kidal di tempat yang sama dengan predatornya, ular pemakan siput Pareasiwasaki. Ia membiarkan ular tersebut melakukan serangan pada siput.

Lewat hasil pengamatannya, Hoso menguraikan, untuk memakan siput, ular tersebut mengambil siput dari dalam cangkangnya. "Ketika menyerang, kepala ular selalu miring ke kiri," kata Hoso.

Karena miringnya kepala ke arah kiri, Hoso mengatakan bahwa ular tersebut tak bisa menangkap siput dan mengeluarkan dari cangkangnya. Alhasil, siput pun selamat dari proses predasi tersebut.

Hoso dan timnya mengungkapkan, ke-kidal-an siput itu sangat berpengaruh terhadap upayanya untuk mempertahankan diri dari serangan predator. Diketahui, siput kidal lebih sulit untuk dimakan daripada siput normal.

Hoso menuliskan dalam publikasinya, "Studi ini menunjukkan bahwa satu gen yang berpengaruh terhadap ketidaksesuaian reproduksi bisa memacu terbentuknya spesies baru lewat proses seleksi alam."

source: kompas.com

Kamis, 09 Desember 2010

Ikan Arwana Berharga Miliaran

Bagi anda pengemar ikan hias mungkin sudah tidak asing lagi dengan ikan "Arwana". Pada tanggal 3-12 Desember 2010 di WTC Mangga Dua telah digelar sebuah event Indonesia Pets, Plants and Aquatic Expo (IPPAE).

Salah satu yang jadi komoditi utama dalam ajang ini adalah arwana. "Ada arwana yang kita jual seharga Rp 1 miliar, berasal dari pemilik yang tinggal di Pontianak," kata Stephanus Suryaatmadja, Ketua I Panitia IPPAE.

Apa keunikan arwana itu? Stephen mengungkapkan, "Arwana itu sebenarnya termasuk albino. Tapi tak seperti albino lainnya, arwana ini memiliki guratan merah di tubuhnya dan matanya juga berwarna merah."

Jenis arwana macam itu, menurut Stephen, jarang sekali ditemukan. "Kita belum tentu menemukan jenis seperti itu 1 di antara 10 ribu arwana," ungkap Stephen yang juga aktif dalam komunitas pecinta arwana.

Mengingat kelangkaannya, saat ini arwana seharga Rp 1 miliar ini belum bisa ditampilkan. Saat ini ikan ini tengah diusahakan agar bisa dipertontonkan. Jika tak berhasil, minimal pengunjung bisa menyaksikan videonya nanti.

Selain arwana seharga Rp 1 miliar ini, acara menarik lainnya yang akan digelar di ajang IPPAE adalah kontes arwana. "Ada 4 kategori yang dilombakan. Besar, kecil, sedang dan unik," kata Stephen.

Stephen melanjutkan, "Pemilik arwana itu nanti akan memperebutkan piala dari Dinas Kelautan dan Perikanan." Penjurian lomba akan dilakukan pada tanggal 10 Desember 2010 mendatang. Hari selanjutnya, pengunjung bisa melihat arwana-arwana tersebut.

Selain bisa melihat arwana nan cantik, pengunjung juga bisa memenangkan doorprize. "Pengunjung bisa membeli nomor undian seharga 10 ribu rupiah. Nanti kita akan undi, ada berbagai hadiah yang disiapkan," kata Stephen.

Salah satu hadiah unggulannya adalah seekor arwana super red yang juga super mahal. "Kita sudah menyiapkan satu arwana termahal di antara yang lain yang harganya mencapai 2.000 dollar AS, sangat spesial karena biasanya pemiliknya hanya mengekspor saja," ujar Stephen.

Sementara itu, 7 ekor arwana juga akan diberikan cuma-cuma pada pihak yang beruntung. Sejauh ini, sudah 2 arwana yang dimenangkan sehingga masih tersisa 6 arwana lain untuk diperebutkan, termasuk arwana seharga 2.000 dollar AS tersebut.
sumber: kompas.com

Senin, 01 November 2010

Mahal, Susu 1 Liter Seharga 276 Juta

Hampir semua orang mengenal hewan yang satu ini yaitu tikus. Tapi apakah semua orang tahu kalau susu tikus merupakan yang termahal didunia saat ini? Hal ini disebabkan karena untuk mendapatkan 1 liter susu tikus dibutuhkan 4 ribu ekor tikus dan proses selama 30 menit cuma menghasilkan 0,25 kubik sentimeter alias seperseribu liter. Jadi tidak heran jika nilai 1 liter susu tikus ini seharga 23 ribu euro.
Susu tikus dipakai sebagai sarana riset. Genetika tikus diubah sedemikian rupa sehingga di dalam susunya terbentuk zat yang dapat membasmi bakteri malaria. Kalau gitu kenapa para ilmuwan memakai susu tikus dan bukannya susu sapi, yang jauh lebih murah?

Tikus adalah hewan kesukaan para periset genetika, karena DNA tikus sudah begitu banyak diketahui, jauh melebihi DNA hewan lainnya. Sehingga menjadi mudah menganalisis hasil percobaan. Ribuan hewan dibutuhkan untuk sekali percobaan. Sebab itu jauh lebih praktis memelihara ribuan tikus ketimbang ribuan sapi.

Jadi, soal harga, susu si tikus yang termahal. Kalau dari segi volume susu yang dihasilkan, siapa penghasil susu terbanyak?

Seekor sapi mampu menghasilkan sekitar 10 ribu liter susu dalam tempo setahun. Ini setara dengan 7 kali berat badannya. Kambing sanggup menghasilkan susu 12 kali berat badannya per tahun.

Rekor terbanyak dipegang oleh ikan paus biru. Dalam waktu satu hari dia mampu menghasilkan 600 liter susu. Yang begitu penuh lemak, sehingga bayi sang ikan paus mampu menambah berat badan sampai dengan 100 kg per hari.

Ternyata susu tikus yang telah dilakukan rekayasa genetikanya dapat menyembuhkan penyakit malaria dan sebagai bahan riset para ilmuwan, makanya mahal.
sumber: lintasberitaonline.blogspot.com